Terjang Inflasi dan Kokohkan Tabungan dengan Cara Ini : Okezone Ekonomi


INFLASI adalah suatu perubahan pada harga yang dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Inflasi tidak akan mengurangi jumlah uang yang anda miliki, inflasi hanya akan memengaruhi nilai uang saja. Contohnya jika pada tahun 2005, uang Rp100 ribu mampu membeli 10 kg beras, pada tahun 2016, uang Rp100 ribu hanya dapat membeli 8 kg beras. Ini berarti inflasi ditandai dengan kenaikan harga-harga barang dan penurunan nilai mata uang.

Banyak hal yang memengaruhi inflasi, bisa jadi karena jumlah uang yang beredar terlalu banyak dan memicu konsumsi, produsen menaikkan harga barang mereka atau gangguan pada jalur distribusi. Tentunya inflasi dapat berdampak pada uang yang ditabung, bisa saja bunga yang didapatkan dari tabungan masih lebih kecil di bawah tingkat inflasi, dengan kata lain, inflasi “memakan” uang anda. Untuk mengantisipasi hal ini, anda dapat melakukan cara-cara berikut ini:

1. Simpanlah uang pada tabungan dengan bunga yang tinggi

Lakukan survei terhadap tingkat bunga yang ditawarkan oleh bank-bank lainnya. Jika memang anda mendapatkan bank lain yang menawarkan bunga lebih tinggi dibandingkan tabungan sekarang, jangan ragu untuk memindahkannya. Anda harus menabung dengan tingkat bunga yang kompetitif yang sejalan dengan pertumbuhan pasar uang agar uang tahan terhadap inflasi.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menabung dalam bentuk deposito. Perbedaannya adalah dengan deposito, anda tidak boleh menarik uang tabungan sebelum jangka waktu yang ditentukan. Selain itu, bunga yang didapatkan akan lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Jika memang anda tidak akan mengambil uang tersebut, lebih baik tabung uang itu dalam bentuk deposito.

2. Investasi

Investasi adalah cara untuk melipatgandakan uang anda, tentunya investasi menawarkan return yang cukup tinggi dan juga setiap investasi pasti memiliki risikonya masing-masing. Salah satu investasi yang paling mudah yang dapat dilakukan adalah dengan investasi emas. Investasi emas adalah jenis investasi yang kebal terhadap inflasi, ini berarti semakin tinggi tingkat inflasi, semakin tinggi pula harga emas. Emas juga menawarkan risiko yang cukup rendah dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Investasi lain yang dapat dipilih adalah reksa dana. Investasi reksa dana tidak memerlukan dana yang banyak. Anda pun tidak perlu sulit-sulit belajar membaca pergerakan pasar karena sudah diserahkan kepada MI (Manajer Investasi). Selain itu, reksa dana juga tergolong investasi yang cukup aman. Contoh investasi lain yang dapat menahan uang dari inflasi adalah saham, obligasi, properti, dan sebagainya.

3. Mintalah gaji sesuai dengan performa kerja

Tingkat gaji yang berada di bawah tingkat inflasi seringkali menyulitkan para pegawai. Sebenarnya, sebagai karyawan, anda pantas meminta gaji sesuai dengan performa yang dicapai. Jika memang kinerja anda meningkat, tidak ada salahnya meminta gaji berdasarkan kontribusi pada perusahaan. Peningkatan gaji ini dapat dijadikan bekal untuk menghadapi inflasi.

4. Tingkatkanlah nilai produk atau jasa

Sebagai pengusaha, untuk mengimbangi tingkat inflasi, anda dapat menaikkan harga barang atau jasa yang ditawarkan. Harga barang ditingkatkan dengan meningkatkan nilai produ. Misalkan jika anda memiliki usaha restoran, mungkin anda dapat mengubah interior, mengganti juru masak menjadi yang lebih handal, mempercepat layanan, dan sebagainya.

Dengan meningkatkan nilai produk, anda mempunyai alasan untuk meningkatkan harga jual produk, sehingga pelanggan tidak marah atau berpindah. Anda dapat melakukan perbandingan dari kompetitor yang menjual barang serupa dengan anda. Selain fokus pada kenaikkan harga, anda pun harus fokus pada biaya-biaya yang diperlukan untuk peningkatan nilai produk, misalnya dari biaya pekerja, biaya marketing atau biaya bahan.

Inflasi tidak dapat dihindari

Inflasi adalah suatu proses ekonomi yang tidak dapat dihindari, cara yang paling tepat untuk menyikapinya adalah dengan memiliki aset yang sejalan dengan inflasi. Aset tersebut dapat berperan layaknya investasi. Selama anda mampu mengelola keuangan dan aset dengan baik, maka tidak akan perlu khawatir dengan dampak inflasi pada keuangan.



Source link

Komentar

comments