Tiga Sekawan Penguasa Bisnis Foto Terintegrasi di Jakarta


AA Foto Ahmad Imam Subekti (kiri) dan Arief Rachman (kanan), pendiri Andalan Anda Foto (AA Foto)

Ahmad Imam Subekti dan kedua rekannya, Triar Prasetiawan dan Mulyonegoro merupakan fotografer kawakan yang mencoba berdikari sejak tahun 1998 dengan bendera Andalan Anda Foto. Berbagai bidang digeluti AA Foto pada awalnya. Dari agensi model sampai pengelola event dan jasa foto korporat serta pernikahan.

Larisnya permintaan di segmen terakhir akhirnya membuat AA Foto fokus melayani jasa foto dan video pernikahan. Lima tahun berjalan bersama ternyata perusahaan mereka maju pesat. Namun, proses pekerjaan yang masih ditangani langsung oleh ketiga pendirinya membuat perusahaan sulit berkembang lebih jauh lagi. Ibaratnya, tangan mereka sedemikian sulit melepas kamera hingga tak mampu lagi menangani pengembangan bisnis. Padahal, para pendirinya memiliki impian untuk semakin membesarkan perusahaan dan merambah bidang bisnis lainnya.

Akhirnya, diputuskan pada tahun 2003 AA Foto harus bertransformasi. ‘Beruntung’, ketika memutuskan untuk berubah, terdapat Arief Rachman, salah satu karyawan yang karena kecakapannya kemudian diangkat menjadi direktur dan bahkan pemegang saham di salah satu anak usaha AA Foto. Arief juga yang kemudian dipercaya menjadi salah satu komandan perubahan di AA Foto.

Sejak itulah gaung perubahan di AA Foto berkumandang kencang. Fokus perubahan AA Foto awalnya terletak pada lima aspek. Pertama pembenahan sistem manajemen. Kedua peningkatan dan penyeragaman kualitas sumber daya manusia. Ketiga peningkatan kualitas produk akhir AA Foto. Keempat peningkatan peralatan AA Foto. Terakhir, diversifikasi bisnis. “Pertama kali kami memang berfokus pada pembenahan manajemen demi memudahkan sistem kerja. Jadi kami buat standard operating procedures, SOP di berbagai bidang. Dari pelayanan pelanggan, operasional di lapangan sampai pengendalian kualitas produk,” jelas Arief Rachman yang turut menemani jalannya wawancara.

Pada aspek kedua para pendiri dan manajemen AA Foto pun kemudian meningkatkan dan menyeragamkan keahlian karyawannya. Yang menarik, AA Foto tidak memandang latar pendidikan karyawannya. “Kami melatih karyawan dari segala level pendidikan dan tingkat karyawan. Sampai office boy pun kami ajari teknik fotografi sampai banyak yang mahir dan bisa ‘dilepas’ di lapangan,” Imam menambahkan.

Tak kurang dibutuhkan waktu sampai dua tahun hingga akhirnya karyawan bisa ‘dilepas’ sendiri. Tak heran, karena ‘pelajarannya’ sedemikian kompleks. Proses ‘magang’ karyawan AA Foto untuk menjadi fotografer berawal dari penanganan tata lampu, menjadi asisten fotografer, dilatih sebagai editor foto dan video di komputer hingga akhirnya dipercaya memegang kamera di lapangan tanpa pengawasan.

Selanjutnya, AA Foto memulai upaya peningkatan kualitas produk akhirnya. Arief yang mengawali karirnya sebagai tenaga pemasaran AA Foto menjelaskan, salah satu keputusan penting yang diambil adalah dengan memproduksi sendiri berbagai produk penunjang seperti pencetakan foto dan pembuatan album foto. Langkah itu sendiri menurut Arief memberi tiga manfaat sekaligus. Pertama, mengendalikan kualitas produk, kedua meningkatkan inovasi produk dan terakhir melakukan penghematan.

Ketika di pertengahan tahun 2000 terjadi pergeseran teknologi fotografi ke arah digital, AA Foto pun tanpa ragu berinvestasi ratusan juta rupiah. “Masih teringat mahalnya. Bayangkan, biaya beli lima kamera analog hanya bisa untuk membeli satu kamera digital. Kami pun pinjam bank untuk investasinya,” ujar Imam.

Saat ini AA Foto memiliki tak kurang dari 20 kamera DSLR berbagai jenis. Jumlah itu pun hanya mampu menangani 20% permintaan klien. “Terus terang kita lebih banyak lagi sewa kamera untuk tangani event klien. Terlalu banyak yang diperlukan. Jadi lebih hemat sewa,” tambah Arief.

Berbagai maneuver pembenahan tersebut lantas dipertajam dengan pemasaran yang agresif. Imam berani mengklaim, pihaknya termasuk yang pertama membuat paket foto dan video pernikahan lengkap di Jakarta. Pihaknya membuat paket dari mulai foto, video, cetak album sampai foto yang dibingkai besar.

Inovasi itu membuat AA Foto kerap kebanjiran order di berbagai gedung pernikahan seperti Balai Sudirman dan Balai Pernikahan. Memang, lazimnya jasa fotografi memasarkan jasanya melalui pengelola gedung-gedung pernikahan.

Meski kesibukannya sangat tinggi, namun AA Foto tetap memegang teguh kualitas layanannya dari mulai penjajakan klien, sampai pengantaran hasil akhirnya. Untuk menjamin kualitasnya, maka satu orang tenaga penjual AA Foto harus mengawal seluruh prosesnya dari awal sampai akhir. Hal ini penting demi menjamin kenyamanan klien.

Dengan kualitas tersebut tak mengherankan nama-nama besar kliennya mencakup pasangan selebritis seperti Dude Herlino-Alyssa Subandono, Christian Sugiono-Titi Kamal, Anang Hermansyah-Ashanty. Sementara para pejabat public maupun tokoh politik yang mempercayakan dokumentasi pernikahan putera-puterinya kepada AA Foto termasuk Dipo Alam, Wiranto, Nurdin Halid, Hamzah Haz, Mutia Hafiz, almarhum Gus Dur dan lain sebagainya.

Lantaran kualitas yang diusungnya, AA Foto pun tak ragu memasang bandrol puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk paket foto dan video. “Harga kami mulai dari Rp 30 juta-an sampai Rp 200 juta, tergantung keinginan klien,” papar Imam.

Hingga kini AA Foto pun masih terus melebarkan sayap pemasarannya. Jurus lawas seperti menggandeng gedung pernikahan pun tetap dipraktikkan. Namun satu hal yang kini gencar dilakukan adalah pemasaran berbasis database. Biasanya, mantan klien AA Foto akan kembali dihubungi oleh tenaga penjual untuk menawarkan jasanya menjelang momen hari raya lebaran, natal atau tahun baru. “Saat itu biasanya orang gelar open house. Nah kita tawarkan dokumentasinya,” ujar Imam.

Meski demikian Imam mengakui, saat ini rekomendasi mantan klien masih menjadi contributor utama dalam menjaring klien baru. Adapun taktik lainnya demi mendulang pelanggan baru adalah melalui pameran pernikahan. Eksibisi pernikahan menurut Imam sangat efektif menjaring klien. Karena di satu lokasi calon mempelai bisa membandingkan puluhan vendor pernikahan, lengkap dengan harganya dalam satu hari dan di satu tempat.

Lantaran itu pula AA Foto Group yang bernaung di bawah PT Andalan Anda Foto sejak tahun 2005 merambah bisnis pameran pernikahan melalui PT Dua Mitra Karya Gemilang. Merek yang diusung untuk menaungi bisnis tersebut yakni Parakrama Organizer. Saat ini Parakrama Organizer menyelenggarakan 4 pameran pernikahan setiap tahunnya, Pengantin Expo, Balai Sudirman Wedding Fair (BSWF) dan Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) di Balai Kartini yang diselenggarakan 2 kali dalam setahun.

Bisnis pameran pernikahan itu sendiri juga dihadiri oleh AA Foto yang menjadi salah satu penyewa tenant Parakrama. “Kami jelas soal hitungan bisnis antar lini. Kalau AA Foto mau jadi tenant di Parakrama, dia bayar normal seperti tenant lainnya,” ujar Arief seraya menyebut Parakrama kini dipimpin rekannya Tomy Yuwono sebagai direktur utama.

Begitu pula ketika AA Foto maupun Parakrama hendak membuat ornamen maupun cetak poster, mereka harus membayar kepada PT Cipta Karya Bangun Sejahtera, anak usaha AA Foto Group yang khusus menangani pembuatan album foto, dan pencetakan foto. Sistem pembayaran ini menurut Arief memang sengaja dibuat agar berbagai perusahaan AA Foto bisa tumbuh sehat.

Jika dicermati, ketiga perusahaan AA Foto Group di atas memang saling terkait. Namun Arief dan Imam belakangan membocorkan bahwa AA Foto Group juga memiliki anak usaha di bidang teknologi informasi, PT Satu Visi Inovasi Media. Saat ini Satu Visi menangani pembuatan aplikasi dan menggarap media social salah satu layanan PT Telekomunikasi Indonesia, yakni Indihome

Satu Visi awalnya dibentuk untuk menangani mantenhouse.com, sebuah forum online untuk vendor pernikahan. Namun karena satu dan lain hal, rencana tersebut justru ditangguhkan. Hingga akhirnya sebuah peluang mengantarkan Satu Visi menjadi vendor Telkom. “Awalnya kami hanya membuat perubahan minor untuk salah satu situs Telkom. Dari sana mereka puas dan berlanjut sampai kini meminta layanan lainnya,” terang Arief yang memimpin 20 karyawan di Satu Visi.AA Foto

Jika dicermati, perkembangan AA Foto Group yang kini menaungi hampir seratus karyawan itu memang sangat menarik. Khususnya terkait kepemilikan saham. Ternyata hal itu tak lain buah pemikiran para pendiri AA Foto Group. Imam menjelaskan, dirinya dan rekan-rekannya memang sengaja mendorong karyawannya yang inovatif dan unggul untuk membentuk perusahaan sendiri. Sebagai ganjaran atas kerja kerasnya, maka karyawan tersebut diberikan posisi direktur utama dan juga kepemilikan saham di perusahaan baru. “Dengan begitu mereka bisa fokus mengembangkan bisnis baru kami itu,” ujar Imam.

Imam CS pun sampai kini terus mengembangkan berbagai bisnis AA Foto Group. Bahkan urusan pengembangan bisnis menjadi salah satu agenda rutin tahunan. Sekali dalam setahun AA Foto Group menggelar rapat kerja khusus pengembangan bisnis dan juga produknya. Dalam rapat tersebut dihadirkan seluruh karyawan dari berbagai lini. Dengan harapan ide yang muncul bisa langsung digodok di tempat dan segerap dievaluasi kelayakannya dan juga implementasi. “Contoh, kami mau buat produk baru. Maka fotografer, videographer, tim produksi album, semuanya bisa langsung memberi saran penerapannya,” ujar Imam.

AA Foto Group yang pada 2009 meraih rekor Museum Rekor Indonesia atas kolase 1225 foto pasangan pengantin itu pun terus berupaya mengembangkan sayap bisnisnya. “Saat ini kami masih rancang konsepnya. Yang pasti kami terus berupaya berinovasi agar terus berada di depan persaingan,” tegas Arief. (Riset Elsi Anismar)

Eddy Dwinanto Iskandar

Milestones AA Foto Group

1998 Andalan Anda Foto berdiri.

2003 Melakukan transformasi bisnis.

2003 Menginternalisasi pembuatan album foto dan pencetakan foto.

2005 Mendigitalisasi proses kerja dan peralatan.

2006 Mendirikan Parakrama Organizer.

2009 Meraih Rekor Muri.

2017 Sampai kini menjalankan empat PT, Andalan Anda Foto, Dua Mitra Karya Gemilang,

Cipta Karya Bangun Sejahtera dan Satu Visi Inovasi Media.

Kunci Sukses AA Foto

1. Menyadari keterbatasan para pendiri

2. Bertransformasi secara terukur dan terarah

3. Berani menyasar segmen premium

4. Membuat SOP untuk proses bisnisnya

5. Menginternalisasi pekerjaan sejumlah proses dan produk akhir

6. Merangkul teknologi baru secepat mungkin

7. Gigih dan konsisten mendidik SDM

8. Berani meminjam dana bank untuk berinvestasi pada teknologi baru

9. Terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan dan produk

10. Konsisten mengawal kepuasan pelanggan dari awal sampai akhir layanan

11. Gencar memasarkan produknya melalui berbagai strategi

12. Mendirikan berbagai perusahaan baru untuk mendukung bisnis inti dan meluaskan pasarnya

https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/swa.co.id/wp-content/uploads/2017/08/31200326/Imam-Subekti-Kiri-n-Arif-Rahman-Kanan.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments