Tips Buka Bisnis Kecantikan Agar Sukses dan Bertahan Lama

Bisnis

[ad_1]

Jakarta
Bisnis kecantikan semakin menjamur saja di Indonesia. Banyaknya wanita yang suka makeup dan merawat kulit memang membuat usaha ini seperti tak pernah sepi peminat. Meski selalu ada pasarnya tentu tidak mudah untuk bertahan dan berkompetisi dengan merek-merek lainnya. Nadia Saib selaku Co-Founder dan Co-Ceo brand kosmetik natural Wangsa Jelita pun memberikan saran berdasarkan pengalamannya.

Nadia membangun Wangsa Jelita sejak 2008 bersama dua sahabatnya. Brand kecantikan yang menyediakan sabun hingga lotion anti serangga itu pun kini sudah bisa dibilang sukses. Dari awalnya membuat sendiri produk di rumah, kini merek tersebut sudah memproduksinya di pabrik. Wangsa Jelita juga telah mengirim hingga puluhan kilogram barang kepada para pelanggan di seluruh Indonesia.

Menurut wanita 30 tahun ini, hal yang penting dilakukan saat ingin membuat bisnis kecantikan adalah membuat produk terlebih dahulu. Kemudian uji produk tersebut untuk mengetahui kualitas dan respon orang-orang sebelum dipasarkan.

“Aku (sama dua teman) menabung sampai Rp 1,5 juta. Awalnya kami coba sendiri sabun yang dibuat ternyata kurang busa, sabun terlalu lembek. Sampai sudah oke dan percaya diri baru kasih gratis ke orang-orang sekitar, seperti ibu, kakak,” ungkap Nadia ketika ditemui Wolipop di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Lalu bagaimana cara mengembangkannya bisnis kencantikan agar semakin sukses dan bertahan? Nadia menyarankan untuk melihat keinginan pelanggan. “Menurut aku harus fokus ke customer. Kami pernah buat produk yang kami percaya bagus tapi ternyata bagus hanya buat kami dan nggak dibutuhin customer,” kata wanita kelahiran Jakarta itu.

“Karena kami sudah tahu profil customer kami, jadi pengambilan keputusan bisnisnya berdasarkan itu. Kalau pelangganan kami kebanyakan ibu muda yang sedang hamil anak pertama jadi arah produknya ke sana. Untuk itu, kami sediakan anti stretchmark, massage oil,” tuturnya.

Menurutnya penting pula untuk mengetahui dan berpegang pada tujuan bisnis awal. Pastikan juga jika Anda support system dan partner yang baik. Jika Anda tak punya pendidikan bisnis, menurut Nadia itu bisa dipelajari seiring berkembangnya waktu.

“Cari tujuan bisnis, cari tahu kebutuhan pasar. Kami sendiri butuh beberapa tahun untuk mencari sabun yang dicari orang seperti apa. Semakin cepat semakin baik,” ujar hijabers tersebut.

Nadia pun mendukung para wanita untuk menjadi pebisnis. Melalui konsep social enterprise yang diusungnya, ia juga kerap berbagi ilmu dan pengalaman kepada sesama wanita mengenai bisnis dan soft skill lainnya. Apalagi menurutnya wanita punya banyak kelebihan untuk menjadi pengusaha.

“Secara riset wanita memang punya kemampuan multitasking yang baik. Itu bisa sangat membantu untuk cepat pindah fokus, memungkinkan kita untuk juggling tanggung jawab. Dari yang aku amati perempuan juga lebih detail dan compassion-nya beda dari laki-laki,” ungkapnya. (ami/asf)

https://images.detik.com/visual/2017/01/06/2ac5e7ab-7376-4eaa-8b25-ca958c899f62.jpg?w=650

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Kredit Wuling Jogja Termurah dan Banyak Bonus

Menggabungkan kelas pelatihan penjualan otomotif ini gratis untuk kredit wuling jogja mempromosikan profesionalisme melalui pendidikan. Pearson Toyota ingin membantu Anda untuk mendapatkan penawaran terbaik pembiayaan dan sewa mobil tersedia. Selain itu, mobil sewa kami serta kendaraan bekas lain termasuk perusahaan sertifikat, 12/12 terbatas Powertrain garansi dan 12-bulan Unlimited Roadside Assistance …

Bisnis
Harga Cetak Kalender 2018 Termurah

harga cetak kalender 2018 ialah peranti penjualan yang luar biasa serta ekonomis, serta aturan sempurna buat membenarkan kalau merk kamu konsisten di depan klien kamu sepanjang tahun. tiap laman bulanan didesain buat pencetakan pada kertas skala warkat, tolak ukur. memakai percetakan ekonomis almanak buat bidang usaha almanak membikin amplop besar …

Bisnis
Gabung Grab, Jangkauan Bisnis Kudo Bakal Menggurita

[ad_1] Jakarta, CNN Indonesia — Setelah akuisisi oleh Grab rampung, Kudo menyebut skala bisnisnya berkembang pesat. Peran pengemudi Grab yang begitu banyak jadi salah satu alasan jangkauan Kudo lebih ‘menggurita’. CEO Kudo Albert Lucius menggambarkan perbedaan segmen pasar dengan Grab memperluas cengkeraman Kudo. Grab yang lebih terpusat di kota-kota primer …