Top 3: Orang Kaya dan Sukses yang Punya Kekurangan


Liputan6.com, Jakarta – Kita sering bertanya-tanya, apa yang bisa membuat seseorang menjadi orang kaya dan sukses. Biasanya mereka yang sukses dan kaya punya kecerdasan, bakat, atau spesialisasi.

Namun seperti manusia pada umumnya, mereka pun pasti punya kekurangan. Beberapa di antara mereka bahkan memiliki kelainan atau termasuk berkebutuhan khusus. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan apapun tidak menghalangi untuk menjadi sukses.

Salah satunya pendiri IKEA Ingvar Kamprad. Entrepreneur asal Swedia, Ingvar Kamprad, dikenal akan kesuksesannya mendirikan IKEA yang cabangnya tersebar di seluruh dunia.

Siapa sangka, Kamprad ternyata menderita disleksia. Salah satu yang membedakan IKEA dengan perusahaan furnitur lain justru akibat dari disleksia yang diderita Kamprad.

Artikel orang kaya dan sukses yang punya kekurangan telah menyedot perhatian pembaca di kanal bisnis Liputan6.com menjelang akhir pekan ini. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di kanal bisnis? Berikut tiga artikel terpopuler di kanal bisnis yang dirangkum pada Minggu (23/7/2017):

1. 3 Orang Kaya dan Sukses yang Punya Kekurangan

 Kita sering bertanya-tanya, apa yang bisa membuat seseorang menjadi orang kaya dan sukses. Biasanya mereka yang sukses dan kaya punya kecerdasan, bakat, atau spesialisasi.

Namun seperti manusia pada umumnya, mereka pun pasti punya kekurangan. Beberapa di antara mereka bahkan memiliki kelainan atau termasuk berkebutuhan khusus. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan apapun tidak menghalangi untuk menjadi sukses.

Salah satunya pendiri IKEA Ingvar Kamprad. Entrepreneur asal Swedia, Ingvar Kamprad, dikenal akan kesuksesannya mendirikan IKEA yang cabangnya tersebar di seluruh dunia.

Siapa sangka, Kamprad ternyata menderita disleksia. Salah satu yang membedakan IKEA dengan perusahaan furnitur lain justru akibat dari disleksia yang diderita Kamprad.

Berita selengkapnya baca di sini

 

2. YLKI Minta Pemerintah Tarik Merek Beras Palsu dari Pasaran 

Kepolisian dan Kementerian Pertanian  (Kementan) menggerebek gudang beras oplosan di wilayah Bekasi yang memakai beras bersubsidi IR64. Aksi kejahatan ini diperkirakan merugikan negara cukup besar. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengapresiasi langkah Polri dan Satgas Pangan yang menggerebek dan menyegel produsen beras palsu di Bekasi tersebut.

Tindakan PT Indo Beras Unggul, sebagai pemilik gudang dinilai sangat merugikan konsumen, dan melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Berita selengkapnya baca di sini

 

3. Jurus Pemerintah Bawa Produk Tekstil RI Berjaya di AS dan Eropa

 Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional perlu memperluas pasar ekspor di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Untuk itu, pemerintah tengah berupaya membuat perjanjian kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa dalam mendorong pertumbuhan sektor padat karya tersebut.

Kuncinya memang kita harus negosiasi melalui bilateral agreement, karena saat ini untuk bea masuk ekspor produk tekstil Indonesia ke Amerika dikenakan 12,5 persen, sedangkan ke Eropa sampai 16 persen. Padahal ekspor Vietnam ke Amerika dan Eropa sudah nol persen,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu 22 Juli 2017. 

Menperin mengaku optimistis, industri TPT nasional mampu berdaya saing global. Pasalnya, sektor andalan ini telah terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional.

 Berita selengkapnya baca di sini

 

 

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

https://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/876361/big/005876200_1431577848-hawking-warning-artificial-intelligence.si.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments