Tradisi Mudik, dari Bisnis hingga Kepentingan Politik

Bisnis

[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Mudik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ‘ke udik atau kembali kampung halaman’. Mudik yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia di hari raya bukan hanya menjadi sekadar tradisi. Kebiasaan ini bahkan telah menjadi bagian dari ritus keagamaan. Ada perasaan kurang dalam batin dan sisi religi seseorang jika belum pulang ke kampung halaman saat Lebaran.

Tak ada yang tahu secara pasti kapan tradisi mudik di Indonesia mulai ada. Namun Irsyad Ridho, pengkaji budaya dari Universitas Negeri Jakarta saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (20/6/2017) mengatakan, tradisi mudik kemungkinan besar muncul sejak urbanisasi menjadi fenomena sosial yang massal dan dipengaruhi oleh munculnya transportasi modern yang massal.

“Jika benar begitu, maka mungkin saja tradisi ini sudah mulai terbentuk pelan-pelan ketika kereta api mulai dibangun di zaman Belanda dan sudah bisa dinaiki kalangan masyarakat umum,” ucap Irsyad.

Lebih jauh dirinya mengatakan, dalam kacamata budaya ada beberapa faktor yang membuat mudik menjadi suatu yang penting dilakukan saat hari raya. Pertama, ikatan kekeluargaan yang masih kuat, terutama dengan orangtua.

“Keinginan untuk mudik kecenderungannya akan berkurang jika orangtua di kampung sudah enggak ada,” kata Irsyad.

Faktor kedua adalah berlebaran di kampung bisa memberikan suasana nostalgia yang selama ini hilang dalam kehidupan perantauan di kota. Sedangkan yang ketiga adalah faktor media massa dan iklan bisnis yang memanfaatkan tradisi mudik ini dengan cara membentuk citra atau kesan “romantik dan religius” dari tradisi mudik, sehingga orang terpengaruh untuk tetap mudik.

“Intinya budaya tertentu, seperti mudik, terbentuk dari perubahan kondisi sosial-ekonomi. Perubahan seperti urbanisasi di satu sisi dan ikatan komunitas kampung dan keluarga di sisi lain, menimbulkan budaya yang baru, yaitu mudik,” ucap Irsyad.

Dalam proses selanjutnya, masih menurut Irsyad Ridho, mudik itu sendiri berdampak pada bisnis-bisnis tertentu, seperti bisnis angkutan, bisnis kuliner, bisnis komunikasi, bisnis pakaian, dan lain sebagainya. Maka mudik saat ini juga dipengaruhi oleh kepentingan bisnis.

“Tak hanya itu, bahkan mudik bisa berdampak juga pada kepentingan politik. Presiden yang enggak mampu mengatasi problem-problem mudik bisa saja dikritik sebagai pemimpin yang tidak peduli pada umat Islam misalnya, terus dihubung-hubungkan dengan segala macam urusan. Urusannya bisa panjang dan sudah pasti berdampak pada pemilu berikutnya. Jadi dalam mudik itu, karena sifatnya yang massal, semua kepentingan saling berkelindan,” kata Irsyad menambahkan.

http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/1628274/big/032935400_1497860896-Pemudik-Stasiun-Senen-meningkat3.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

kontraktor kaca dan aluminium composite panel
Bisnis
Spesialis Kontraktor Aluminium Composite Panel Gedung

Fasad & Dinding Tirai dari Aluminium Composite Panel Ringan dan kaca stopol. Spesialis kontraktor kaca dan aluminium composite panel dan juga kaca oleh PT Partindo. Akreditasi jaminan tertutup pasti akan diberikan untuk proyek yang membutuhkan berdasarkan panel serta persyaratan naungan yang memanfaatkan ditambah masalah lingkungan. Aplikasi Alcopan tidak terbatas pada …

daftar harga beton cor ready mix
Bisnis
Harga Beton Cor Readymix Per M3 untuk Wilayah Jakarta

Biaya Beton Semua Set Mix – Jayamix Per M3 Cor K225 Oktober 2017. daftar harga beton cor ready mix tidak terdiri dari jaringan uang tunai, jika lebih besar dari 10 pipeline. Dengan menyewakan pompa berdasarkan tuntutan waktu pemakaiannya bisa mencegah bahaya peralatan menganggur namun tetap perlu membayar uang sewa. Biaya …

Bisnis
Promo Jam Tangan Guess Kw Super Murah

Selamat Datang di jam tangan guess kw super murah – Perbandingan Harga Nomor Situs di Indonesia. Berbeda dengan produk replika yang tidak biasa menemukan cara menulis logo atau merek yang berbeda di beberapa bagian. Untuk informasi lebih lanjut, Kualitas bahan yang tercantum dalam deskripsi pengiklan asli dengan tampilan analog yang …