TREN BISNIS: 9 Emiten Kena Sanksi Akibat Langgar Aturan hingga Asumsi Tarif LRT Rp12.000 : Okezone Ekonomi


JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi kepada 9 emiten yang belum memenuhi kewajibannya dengan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat. Baca selengkapnya: 9 Emiten Disanksi BEI akibat Tidak Penuhi Aturan Pencatatan Saham, Ini Daftarnya!

Sementara itu, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,62 triliun. Laba ini naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,29 triliun. Baca selengkapnya: Mantap! Penjualan Unilever Naik 2,5% Jadi Rp21,26 Triliun

Selanjutnya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman kembali menggelar rapat proses penyelesaian pembangunan kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT) Jabodebek. Dalam rapat kali ini ditampilkan hasil kajian dari konsultan bisnis, Price Waterhouse Coopers (PWC). Dalam kajian ada asumsi bahwa tarif LRT yang paling realistis adalah Rp12.000 untuk sekali perjalanan. Baca selengkapnya: Sudah Disubsidi, Menhub: Harga Tiket LRT Paling Realistis Rp12.000

Ketiga berita tersebut banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

9 Emiten Disanksi BEI akibat Tidak Penuhi Aturan Pencatatan Saham, Ini Daftarnya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi kepada 9 emiten yang belum memenuhi kewajibannya dengan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Rinciannya, satu perusahaan terkena sanksi karena tidak memenuhi ketentuan V.1 soal jumlah saham yang dimiliki pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama paling kurang 50 juta saham dan paling kurang 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor.

Sebanyak lima emiten mendapat sanksi karena tidak memenuhi ketentuan V.2 tentang jumlah pemegang saham minimal 300 pemegang saham yang memiliki rekening efek di anggota bursa efek.

Sementara tiga emiten kena sanksi karena belum memenuhi poin V.1 dan V.2.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, atas dasar tersebut, bursa melakukan penghentian ementara perdagangan efek empat emiten di pasar reguler dan pasar tunai sejak sesi I perdagangan hari ini, Senin 31 Juli 2017.

Empat saham tersebut, antara lain:

1. PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS)

2. PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES)

3. PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD)

4. PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME)

“Dan memperpanjang suspensi perdagangan efek untuk lima perusahaan tercatat,” kata dia dalam pengumuman tertulisnya, Senin (31/7/2017).

Lima saham yang suspensinya diperpanjang, antara lain:

1. PT Skybee Tbk (SKBY)

2. PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA)

3. PT Trikomsel Tbk (TRIO)

4. PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW)

5. PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI & SQBB).

https://img.okezone.com//content/2017/07/31/320/1747173/tren-bisnis-9-emiten-kena-sanksi-akibat-langgar-aturan-hingga-asumsi-tarif-lrt-rp12-000-9vUX2hwQKo.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments