TREN BISNIS: Jokowi Minta Angka Kemiskinan Ditekan hingga China Impor Beras dari AS : Okezone Ekonomi


JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membahas target angka kemiskinan yang ditetapkan pada level 10,5%, dalam pembukaan sidang kabinet paripurna kemarin. Kemiskinan dinilai perlu menjadi tanggung jawab bersama dari berbagai kementerian. Baca selengkapnya: Jokowi Minta Kemiskinan di RI Ditekan, Caranya?

Sementara itu, China akan mengimpor beras dari Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya setelah kedua negara melakukan perjanjian perdagangan baru pada Kamis 20 Juli 2017. Saat ini, produksi beras China 20 kali lebih besar dibandingkan dari AS, namun China juga merupakan konsumen beras beras di dunia. Apalagi, China diketahui telah membeli beras dari luar negeri dengan menghabiskan dana sekira USD1 miliar dalam beberapa tahun terakhir. Baca selengkapnya: China Impor Beras dari Amerika, Ini untuk Pertama Kalinya!

Selanjutnya ada informasi mengenai institusi keuangan masih memiliki peran paling dominan terhadap pertumbuhan investasi di penerbitan obligasi. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat, sebagian besar pemeringkatan obligasi yang ditangani pihaknya, mayoritas berasal dari bank dan perusahaan pembiayaan. Baca selengkapnya: Dominasi 70% Penerbitan, Porsi Obligasi Perbankan Capai Rp33,03 triliun

Ketiga berita tersebut menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

Jokowi Minta Kemiskinan di RI Ditekan, Caranya?

Pemerintah saat ini tengah berupaya untuk menekan angka kemiskinan. Berdasarkan target pemerintah tahun ini, angka kemiskinan ditargetkan berada pada level 10,5%.

Hal ini pun turut dibahas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan sidang kabinet paripurna kemarin. Kemiskinan dinilai perlu menjadi tanggung jawab bersama dari berbagai kementerian.

“Ini saya minta juga semua kementerian, lembaga untuk memberikan perhatian dalam menekan kemiskinan. Ini sebetulnya tahapan-tahapan untuk menuju ke situ sudah baik, sudah baik,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Tingkat kemiskinan dapat diketahui berdasarkan data BPS. Untuk itu, Jokowi meminta agar Kementerian dapat memahami tahapan hingga hasil survei yang dilakukan oleh BPS.

“Tetapi, pada saat survei oleh BPS, ini BPS juga saya harapkan kalau melakukan sesuatu berkaitan dengan survei, itu semua kementerian harus ngerti,” ujar Jokowi.

Jokowi pun meminta kepada jajaran Menteri Koordinator untuk dapat mengkoordinasikan terkait survei yang dilakukan oleh BPS. Diharapkan, survei tak lagi dilakukan pada saat pembagian bantuan seperti beras sejahtera (rastra) terlambat diberikan.

“Saya minta Menko untuk mengkoordinasi hal-hal seperti ini. Ini sudah urusan koordinasi saja. Sehingga jangan sampai pas pembagian rastranya terlambat, pas itu dilakukan survei. Masalah Itu saja sebetulnya, bukan masalah lain-lain yang fundamental,” ujarnya.

Menurut Jokowi, jika program bantuan sosial dan survei BPS terjalin dengan baik, maka tingkat kemiskinan akan turun. Untuk itu, Jokowi berharap tak lagi ada keterlambatan bantuan sosial sehingga berdampak pada perubahan tingkat kemiskinan di Indonesia.

“Kalau kemarin sinkron enggak akan, sata jamin pasti turun yang namanya kemiskinan itu. Hanya keterlambatan rastra itu sampai ke rumah tangga sasaran. Ini tolong hati-hati mengelola hal-hal yang sensitif seperti ini,” tutupnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah masyarakat miskin di Indonesia mencapai 27,77 juta orang pada Maret 2017. Jumlah tersebut bertambah sekira 10.000 orang dibanding kondisi September 2016 yang mencapai 27,76 juta orang.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan Maret 2016, maka jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebanyak 234,19 ribu orang. Penurunan jumlah penduduk miskin pada periode ini relatif lebih lambat dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, secara persentase jumlah penduduk miskin pada Maret 2017 juga mengalami sedikit penurunan dibanding September 2016. Pada Maret 2017, persentase penduduk miskin mencapai 10,64% sedangkan pada September 2016 sekitar 10,71%.

https://img.okezone.com//content/2017/07/24/320/1743089/tren-bisnis-jokowi-minta-angka-kemiskinan-ditekan-hingga-china-impor-beras-dari-as-TAQRxfcYPL.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments