TREN BISNIS: Sri Mulyani Banjir Pujian hingga Penyesalan Gubernur BI tentang Redenominasi Rupiah : Okezone Ekonomi

Bisnis

[ad_1]

JAKARTA – Rangkaian acara Indonesia Infrastructure Finance Forum (IIFF) menghadirkan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim. Kedatangan Presiden Kim ke Indonesia dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merupakan yang kedua kalinya. Presiden Kim pertama kali datang ke Indonesia saat Sri Mulyani masih bekerja di Bank Dunia dan Presiden Kim sebagai atasannya. Baca selengkapnya: Bertemu Mantan Bos, Sri Mulyani ‘Kebanjiran’ Pujian dari Presiden World Bank.

Sementara itu, Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait Redenominasi mata uang Rupiah rencananya akan dibahas bersama DPR RI pada tahun ini. Presiden Joko Widodo pun akan membawa topik redenominasi ini dalam sidang kabinet. Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardjojo, RUU Redenominasi ini telah siap dibahas sejak 2013. Bahkan, Amanat Presiden (Ampres) terkait redenominasi telah dikantongi oleh pihak pemerintah. Baca selengkapnya: Penyesalan Gubernur BI: Redenominasi Seharusnya Siap Dibahas sejak 2013.

Berikutnya, ada informasi dari PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) yang sedang diterpa isu negatif soal beras oplosan. Manajemen memberikan penjelasan terkait tuduhan penggunaan beras bersubsidi dari Satgas Pangan. Pihak manajemen mengatakan bahwa mereka membeli gabah dari petani, bukan membeli beras bersubsidi. Baca selengkapnya: Kasus Beras Oplosan: Begini Pembelaan Tiga Pilar Sejahtera Food.

Ketiga berita tersebut menjadi berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

Bertemu Mantan Bos, Sri Mulyani ‘Kebanjiran’ Pujian dari Presiden World Bank

Rangkaian acara Indonesia Infrastructure Finance Forum (IIFF) yang diselenggarakan sebelum acara Annual Meeting IMF dan Bank Dunia pada 2018 yang akan dilaksanakan di Bali menghadirkan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.

Kedatangan Presiden Kim ke Indonesia dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk kedua kalinya. Adapun Presiden Kim pertama kali datang ke Indonesia saat Sri Mulyani masih bekerja di Bank Dunia dan Presiden Kim sebagai atasannya. Dan saat ini kedua kalinya Presiden Kim hadir namun kali ini sebagai klien.

“Presiden Bank Dunia pertama kali ke Indonesia saat ia menjadi atasan saya. Kedua kali saya jadi klien beliau,” ungkap Sri Mulyani di Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Sementara itu, Presiden Kim dalam paparannya bernostalgia mengenai keberadaan Sri Mulyani saat masih menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Ia mengatakan memuji kinerja Sri Mulyani yang baik dan efektif.

“Bu Ani, anda merupakan salah satu direktur pelaksana yang paling terhormat dalam sejarah bank dunia. Dia adalah direktur pelaksana ketika saya menjadi Presiden Bank Dunia, Juli 2012 dan saya melihat Bu Ani sebagai direktur pelaksana yang efektif dan jelas dalam komunikasi dengan semua orang,” kata Presiden Kim.

Menurut Presiden Kim, saat menjadi bawahannya, Sri Mulyani bahkan diberi kepercayaan dalam mengelola dana yang jumlahnya miliaran dolar. Dalam kepercayaan yang diberikan Sri Mulyani memberikan hasil kerja yang baik dan menjadi salah satu pejabat yang mulai reformasi Bank Dunia.

“Dengan memiliki Menkeu seperti beliau, beliau sudah lihat banyak hal di Bank dunia, praktik yang baik dan kurang baik di dunia, dan bagaiman negara berusaha meningkatkan martabatnya dalam hal pembangunan. Beliau bukan saja sumber daya bagi Indonesia, tapi beliau juga merupakan sumber insipirasi bagi semua pihak yang punya pengetahuan,” jelas Kim.

Selain itu, ia juga menjelaskan mengenai suatu perubahan yang dibawa di Bank Dunia adalah bahwa Sri Mulyani ingin memastikan jika ada inovasi di manapun negara berada dan itu akan menjadi teladan ke seluruh negara lainnya.

“Ketika kita rapat bukan hanya inovasi yang di Indonesia, Pakistan, atau India, tapi juga di Amerika Latin,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan telah mengenal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak pertama kalinya Jokowi menjadi Presiden. Sehingga ia menilai dengan kabinet kerja yang dibentuk oleh Jokowi diyakini akan mampu menaikkan ekonomi Indonesia.

“Indonesia sedang naik capaiannya dibanding pada 90-an ketika terjadi krisis ekonomi. Ekonomi sudah naik 10 kali lipat, dan seluruh negara sedang melihat Indonesia karena tingkat pertumbuhan yang tinggi sudah berikan daya tarik bagi dunia. Untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan, kita harus menjawab tantangan pembangunan infrastruktur,” tukasnya.

https://img.okezone.com//content/2017/07/25/320/1743813/tren-bisnis-sri-mulyani-banjir-pujian-hingga-penyesalan-gubernur-bi-tentang-redenominasi-rupiah-5YNmS2Pvkj.jpg

[ad_2]

Sumber Artikel

Bisnis
Kredit Wuling Jogja Termurah dan Banyak Bonus

Menggabungkan kelas pelatihan penjualan otomotif ini gratis untuk kredit wuling jogja mempromosikan profesionalisme melalui pendidikan. Pearson Toyota ingin membantu Anda untuk mendapatkan penawaran terbaik pembiayaan dan sewa mobil tersedia. Selain itu, mobil sewa kami serta kendaraan bekas lain termasuk perusahaan sertifikat, 12/12 terbatas Powertrain garansi dan 12-bulan Unlimited Roadside Assistance …

Bisnis
Harga Cetak Kalender 2018 Termurah

harga cetak kalender 2018 ialah peranti penjualan yang luar biasa serta ekonomis, serta aturan sempurna buat membenarkan kalau merk kamu konsisten di depan klien kamu sepanjang tahun. tiap laman bulanan didesain buat pencetakan pada kertas skala warkat, tolak ukur. memakai percetakan ekonomis almanak buat bidang usaha almanak membikin amplop besar …

Bisnis
Gabung Grab, Jangkauan Bisnis Kudo Bakal Menggurita

[ad_1] Jakarta, CNN Indonesia — Setelah akuisisi oleh Grab rampung, Kudo menyebut skala bisnisnya berkembang pesat. Peran pengemudi Grab yang begitu banyak jadi salah satu alasan jangkauan Kudo lebih ‘menggurita’. CEO Kudo Albert Lucius menggambarkan perbedaan segmen pasar dengan Grab memperluas cengkeraman Kudo. Grab yang lebih terpusat di kota-kota primer …