TREN BISNIS: Tunggakan Pajak Kawasan Taman Sari hingga Info BIN soal Menteri Susi : Okezone Ekonomi


JAKARTA – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) akan menyelesaikan kewajiban perusahaan dalam melakukan pembayaran utang kepada pihak perbankan dengan cara menerbitkan surat utang atau obligasi. Obligasi yang akan diterbitkan tersebut akan mencapai USD300 juta atau Rp3,99 triliun (nilai tukar Rp13.300 per dolar AS). Baca selengkapnya: Bayar Utang, Sawit Sumbermas Terbitkan Obligasi Rp3,99 triliun.

Sementara itu, tunggakan wajib pajak di Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, sangat tinggi. Total dari 182 wajib pajak, sekira Rp136 miliar belum dibayarkan masyarakat ke pemerintah daerah. Ratusan wajib pajak itu menunggak mulai tagihan PBB-P2 selama tiga tahun lebih. Baca selengkapnya: Astaga! Tunggakan Pajak di Taman Sari Capai Rp136 miliar.

Selanjutnya ada informasi dari Badan Intelejen Negara (BIN) yang mengungkapkan adanya pihak yang ingin menggoyang posisi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Adapun pihak yang ingin menggoyang posisi Susi ditengarai adalah para mafia kartel perikanan. Baca selengkapnya: BIN Sebut Jabatan Menteri KKP Digoyang, Susi: Kebijakan Saya Banyak yang Tak Suka!

Ketiga berita tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal Bisnis Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

Bayar Utang, Sawit Sumbermas Terbitkan Obligasi Rp3,99 triliun

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) akan menyelesaikan kewajiban perusahaan dalam melakukan pembayaran utang kepada pihak perbankan dengan cara menerbitkan surat utang atau obligasi. Obligasi yang akan diterbitkan tersebut akan mencapai USD300 juta atau Rp3,99 triliun (nilai tukar Rp13.300 per dolar AS).

Direktur Utama SSMS Vallauthan Subraminam menuturkan, utang kepada pihak perbankan terdapat biaya cost of fund yang cukup besar, sehingga pihaknya berencana mengalihkannya ke surat utang.

“Makanya kita ke obligasi biar itu ditutup supaya kita ada fleksibilitas juga. Jadi risiko perusahaan bisa dikurangi sampai utang bank tutup dan juga untuk working capital,” katanya.

Selain untuk membayar utang, dana dari hasil obligasi juga akan dialokasikan perseroan dalam mengembangkan usaha. Rencana ekspansi tersebut diperkirakan membutuhkan pendanaan. “Kita masuk ke obligasi akan beri kita fleksibilitas yang panjang, karena obligasi itu. Kita hanya bayar kupon dan untuk kapitalnya kita bisa tutup dengan obligasi yang berikutnya waktu dia mature,” jelasnya.

Rencananya, obligasi tersebut akan dicatatkan di Singapura Stock Exchange. Obligasi tersebut diperkirakan akan memiliki tenor lima hingga tujuh tahun, namun hal tersebut belum dapat dipastikan. Pasalnya, perseroan hingga saat ini masih menunggu proses rating. Perseroan pun menargetkan pada akhir bulan ini proses rating dapat selesai.

“Nah tentu saja semua langkah yang bisa datang terkait dengan tingkat rating, yang diberikan lembaga rating. Jadi waktu informasi itu dari lembaga rating kita akan bicara ke pihak lain yang terkait dengan strukturasi ini,” ujarnya.

Tahun ini industri pasar modal kebanjiran penerbitan obligasi. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 56 emisi dari 45 emiten senilai Rp84,08 triliun. Disebutkan dengan pencatatan ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 336 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp347,75 triliun dan USD67,5 juta, yang diterbitkan 111 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 95 seri dengan nilai nominal Rp1.961,90 triliun dan USD200 juta serta delapan EBA tercatat senilai Rp3,43 triliun. Jumlah ini bertambah seiring dicatatkannya obligasi berkelanjutan III Adira Finance tahap VI-2017 yang diterbitkan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) di BEI.

Obligasi berkelanjutan tersebut dicatatkan dengan nilai nominal Rp769 miliar terdiri dari tiga seri yaitu Seri A Rp251 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,10% per tahun berjangka waktu 370 hari, Seri B Rp450 miliar jangka waktu 36 bulan, serta Seri C Rp68 miliar tingkat bunga tetap 8,40% per tahun dan jangka waktu 60 bulan. Adapun hasil pemeringkatan untuk obligasi ini dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) adalah idAAA. Bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

https://img.okezone.com//content/2017/07/18/320/1739295/tren-bisnis-tunggakan-pajak-kawasan-taman-sari-hingga-info-bin-soal-menteri-susi-AqZWWEXR5j.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments