Trend Anyar Bisnis Properti, Hotel Bintang Satu Jadi Primadona


Trend Anyar Bisnis Properti, Hotel Bintang Satu Jadi Primadona
Tamu Yang Tengah Melakukan Check In Di Hotel Atria Malang (pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Tahun 2017, nampaknya menjadi titik terang baru bagi properti hotel bintang satu. Karena saat ini, tren penginapan yang terjangkau itu menjadi primadona dan banyak diburu oleh para wisatawan. Tak heran, jika saat ini para pengusaha lebih konsentrasi pada sektor yang memang bukan baru lagi dalam dunia perhotelan itu.

Corporate Assistant Marketing Communication Manager Parador Hotel and Resorts, Tiffany menyampaikan, bisnis hotel bintang satu saat ini memang tengah menggeliat dan menunjukkan tren positif. Dalam satu hari, okupansi (tingkat keterisian) hotel bintang satu yang dikelolanya pun dapat mencapai 100 persen.

“Kita harus menyesuaikan dengan perkembangan tren dan permintaan. Di mana saat ini tamu yang menginap kebanyak mencari yang praktis, hanya untuk tidur saja. Karena mereka back packer kebanyakan,” katanya pada Wartawan, Rabu (13/9).

Menurutnya, hotel bintang satu yang dikelola Parador saat ini memang masih belum banyak. Tahun lalu, hanya ada satu hotel saja yang digunakan sebagai pilot project dan ternyata mampu menarik banyak sekali tamu untuk menginap. Sementara saat ini, hanya ada dua hotel bintang satu saja yang telah dikelola dan semua terpusat di Serpong.

Dia pun tidak menutup kemungkinan akan dibukanya hotel baru berbintang satu di kawasan lain. Seperti Malang, Magelang, ataupun Bali. Pasalnya, saat ini permintaan memang cenderung mengarah pada layanan yang ditawarkan di hotel bintang satu tersebut.

“Jika ada investor di Malang, sangat mungkin sekali rasanya dapat dikembangkan di sini (Malang: red),” tambah perempuan berambut panjang itu.

Selain hotel bintang satu, lanjut Tiffany, perkembangan yang cukup bagus juga diperlihatkan dari bisnis hotel bintang dua. Dengan range harga yang tak jauh berbeda dengan hotel bintang satu, hotel bintang dua ternyata juga banyak diburu oleh para pelancong.

“Untuk bintang satu per malam range harga yang kita tawarkan sekitar Rp 280 ribu, dan Rp 350 ribu untuk bintang dua,” jelasnya lagi.

Berbeda denga hotel kebanyakan, hotel bintang satu dan dua milik Parador menurutnya dibuat di sebuah area yang sangat berdekatan dengan pusat keramaian, pusat kuliner, dan pusat transportasi.

“Kita tidak menawarkan sarapan bagi tamu yang menginap, jadi tamu bisa langsung dapat mencari banyak alternatif di seputaran hotel. Dan kebanyakan tamu memang hanya menginap saja,” paparnya ramah.

Selain hotel bintang satu dan dua, Parador juga mengembangkan bisnis lamanya yang memang bergulat di bintang tiga sampai lima. Salah satunya Hotel Atria Malang yang saat ini juga terus menunjukkan tren baru.

Kali ini, menurut Tiffany Parador dalam waktu dekat ini juga lebih berkonsentrasi dalam membangun hotel bintang satu dan dua. Namun juga tidak menutup kemungkinan untuk tetap membangun hotel berbintang lainnya. (Pit/end)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

https://malangtoday.net/wp-content/uploads/2017/09/Tamu-yang-tengah-melakukan-check-in-di-Hotel-Atria-Malang-Pipit-Anggraeni.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments