Trik Menjalankan Bisnis Bersama Pasangan


JAKARTA, KOMPAS.com – Anda mungkin sudah sering mendengar kisah sukses wirausaha yang berhasil membangun bisnis bersama pasangannya. Membangun bisnis dengan pasangan mungkin bukan ide terbaik bagi sebagian kalangan.

Banyak kalangan yang menilai, berbisnis dengan pasangan rentan konflik karena silih berganti peran sebagai pasangan dan sebagai rekan profesional.

Tapi, faktanya di lapangan banyak pasangan suami istri yang berhasil membangun bisnis yang gilang gemilang.

Kisah sukses terakhir terungkap dari Sugeng Riyadi yang sukses membangun bisnis oleh-oleh khas Betawi bersama sang istri hingga mencetak omzet ratusan juta rupiah.

Anda tertarik juga? Membangun bisnis bersama pasangan sebenarnya sama saja dengan berkongsi dengan partner lain.

Perbedaannya hanyalah pada, partner bisnis Anda kebetulan juga berstatus sebagai pasangan Anda di kehidupan sehari-hari.

Supaya niat Anda membangun bisnis bersama pasangan bisa berjalan mulus, perhatikan beberapa tips penting berikut ini:

Sepakati tujuan bersama

Hal utama dan pertama yang perlu Anda pastikan adalah kesamaan tujuan bersama, termasuk visi dan misi bisnis yang hendak Anda bangun bersama pasangan. Bila tujuan dan visi misi sudah jelas dan menjadi kesepakatan yang bulat, membangun bisnis akan lebih mudah.

Bersikap profesional

Ini mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi partner bisnis berstatus suami istri. Sebagai pasangan, Anda berdua tentu memiliki kedekatan yang tak terbantahkan lagi.

Kedekatan ini bisa menjadi modal yang memudahkan Anda berkomunikasi dan memahami satu sama lain sebagai rekan bisnis. Namun, kedekatan tersebut juga rentan membuat profesionalisme meluntur.

Cara mengatasi jebakan ini adalah, Anda berdua perlu keterbukaan untuk mengungkap kapan Anda berlaku sebagai partner bisnis dan kapan Anda bertindak sebagai pasangan.

Dengan keterbukaan dan komunikasi, masing-masing orang bisa selalu berbesar hati ketika menerima kritik dan berupaya maksimal memberikan kontribusi atas kemajuan bisnis.

Demikian juga ketika ada permasalahan di rumahtangga, bersikaplah profesional dengan tidak mencampurkannya dengan urusan bisnis.

Berbagi peran dengan jelas

Lakukan pembagian peran yang jelas antara Anda dan pasangan dalam lingkup bisnis bersama. Berbagi peran yang jelas akan memudahkan Anda dan pasangan untuk fokus pada peran dan tanggungjawab masing-masing dalam bisnis.

Misalnya, Anda bertindak mengurus operasional dan produksi. Sedangkan pasangan kebagian mengurus pemasaran dan pengembangan bisnis.

Jangan lupakan peran sebagai pasangan

Anda dan pasangan mau tidak mau harus pandai-pandai bertukar-tukar peran antara sebagai pasangan dan sebagai partner bisnis. Walau kelak Anda begitu sibuk dengan tanggungjawab Anda sebagai wirausaha, jangan lupakan tanggungjawab Anda sebagai pasangan dari seseorang.

Dengan demikian, potensi-potensi permasalahan yang menghambat perkembangan bisnis bisa diminimalisasi.

http://assets.kompas.com/crop/0x0:780×390/780×390/filters:watermark(data/photo/2017/02/01/42081130591.png,0,-0,1)/data/photo/2013/10/10/1023203shutterstock-54250378780×390.jpg



Sumber Artikel

Komentar

comments