Wanita Ini Jatuh Bangun Bisnis Gado-gado Hingga Raup Omzet Ratusan Juta


Jakarta – Memulai suatu bisnis kerap menghadapi hambatan, jatuh bangun biasanya selalu dilalui oleh setiap pengusaha. Meraup kesuksesan memang tak bisa dilakukan dengan instan.

Seperti yang dialami oleh Kartini, seorang perempuan paruh baya yang telah banyak mengalami jatuh bangun selama membangun usaha gado-gado siram. Namun, karena kesabaran serta ketekunan, bisnis gado-gado siram miliknya bisa menjadi sukses seperti sekarang.

“Awalnya tahun 2000-an, saya ikut bapak (suami) ke Jakarta. Kemudian sekitar tahun 2003, mulai coba jualan gado-gado siram di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD),” cerita Kartini kepada detikFinance pekan lalu.

Gado-gado siram Kartini Gado-gado siram Kartini Foto: Dok. Gado-gado Siram Kartini

Awalnya, Kartini bersama sang suami keliling menjajakan gado-gado siram dengan gerobak. Seiring waktu berjalan, gado-gado racikan Kartini ramai peminat.

Lantaran sudah punya konsumen, Kartini dan suami memutuskan menjadikan gerobak sebagai lapak berdagang di pinggir jalan. Sehingga mereka tak perlu berkeliling lagi mencari pelanggan.

Saat sudah mulai nyaman di lokasi tersebut, ternyata Kartini harus pindah. Tempat berdagang gado-gado siram tak bisa digunakan karena beberapa hal. Selanjutnya, Kartini bersama sang suami mulai nomaden alias berpindah-pindah lokasi berjualan.

Gado-gado siram KartiniGado-gado siram Kartini Foto: Dok. Gado-gado Siram Kartini

Sudah tak terhitung berapa kali dirinya gagal menemukan tempat baru, berkali-kali juga ia menutup usaha gado-gado siramnya. Berbagai masalah ia lalui, mulai dari diusik preman, penipuan, hingga bangkrut. Tapi semua itu dijalani dengan tekun dan sabar.

“Itu semua proses panjang ya. Namanya kita membuka usaha pasti pernah mengalami hal-hal seperti itu. Tapi itu ya bisa dilewati,” cerita ibu tiga anak itu.

Hingga akhirnya, dirinya kembali menemukan tempat di dekat lokasi pertama ia berjualan, yakni di kawasan BSD. Mulai dari situ, kejatuhannya selama ini berbuah manis, perlahan-lahan bisnisnya terus berkembang.

Hingga akhirnya, dengan dukungan sang anak, dirinya bisa mulai membuka cabang Gado-Gado Siram miliknya. Bukan dengan gerobak, Kartini membuka cabangnya di sebuah ruko tak jauh dari lokasi awalnya berjualan dengan gerobak.

“Itu karena memang anak yang mendukung, kalau anak enggak seperti itu, jujur mungkin saya sendiri enggak berani untuk mengembangkannya,” terangnya.

Singkat cerita dari jatuh bangun membangun usaha, usaha kuliner gado-gado siram Kartini terus berkembang dan membuahkan hasil. Dari awalnya mendorong gerobak dan berkembang hingga saat ini, omzet dari usaha Gado-Gado Siram miliknya telah mencapai sekitar Rp 100 juta-Rp 200 juta/bulan. Saat ini pun, Kartini memiliki 10 orang karyawan untuk membantu bisnisnya.

Gado-gado siram KartiniGado-gado siram Kartini Foto: Dok. Gado-gado Siram Kartini

Tak hanya itu, Kartini juga kini tak hanya menjual Gado-Gado Siram. Berbagai kuliner khas Jawa Timur juga memenuhi cabang-cabangnya. Berbagai kalangan masyarakat juga sudah menjadi langganannya, mulai dari selebriti hingga pejabat.

Sang anak kemudian juga ikut mengembangkan bisnisnya dengan membuka cabang di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat.

“Intinya dalam menjalankan usaha itu kita harus tekun, mementingkan pelayanan, kemudian menjaga rasa bila bidang usaha makanan, dan tidak menyerah. Memang enggak mudah, tapi kalau kita serius pasti bisa dilewati,” tutupnya.

Jika tertarik mencoba Gado-Gado Siram Kartini, anda bisa langsung datang ke:

Tangerang Selatan : Ruko Anggrek Loka Blok AH 2 no 5D, Depan RS Eka Hospital, Bumi Serpong Damai.
Jakarta Barat : Tanjung Duren Raya 108 A.

Tlp : (021) 56962568

Instagram: Gado-Gado Siram Kartini (hns/hns)

https://sgimage.detik.net.id/community/media/visual/2017/09/02/2ef293db-7ffe-4783-b43d-e83b8be81ceb_169.jpg?w=650



Sumber Artikel

Komentar

comments