Yasmin Megarini, Alumnus UI yang Geluti Bisnis Minuman Aren


EKO HENDRI SAIFUL. Gresik

YASMIN Megarini menambah kreativitas khas muda-mudi Kota Pudak. Gadis 23 tahun itu membuat kopi, cokelat, dan teh dengan menggunakan gula aren. Dia menyasar pasar anak-anak muda. ’’Saya sengaja meraciknya untuk remaja. Minum olahan aren, anak muda Gresik jadi tambah keren,’’ kata alumnus Universitas Indonesia (UI) itu, lantas tertawa.

Menekuni usaha produk aren, kata Yasmin, merupakan eksperimen sekaligus tantangan besar baginya. Dia ingin jadi pengusaha dengan bahan lokal Kota Pudak. Sebab, petani aren di Kota Pudak cukup melimpah.

Sebelum merintis bisnis pada awal 2017, dia memikirkan strategi pemasarannya. Yakni, mengandalkan gerobak yang didesain khusus. Gerobak itu diletakkan di teras rumahnya di kawasan Jalan Veteran.

Di gerobak itu ada 40 tulisan yang berisi luapan perasaaan anak muda. Semua adalah curhatan teman sebagai seorang gadis. Tulisan itu variatif. Mulai kezepian, ngampus, baper, galau, dan jeleez. ’’Iseng-iseng. Tapi, saya pikir menarik juga untuk bisnis,’’ kata putri dari Fathur Rahman tersebut.

Mengapa memilih menunggui gerobak dagangan aren? Yasmin mengatakan, jiwa wirausahanya muncul saat masih studi di ibu kota. Ketika masih di bangku kuliah, dia belajar sambil berjualan nasi bungkus. Gadis kelahiran 7 September 1993 tersebut kala itu banyak memperoleh pengalaman. Salah satunya, tidak perlu malu.

Galau muncul saat Yasmin meninggalkan bangku kuliah. Orang tua berharap anaknya punya pekerjaan mapan. Apalagi, dia adalah alumnus diploma 3 (D-3) ilmu komunikasi salah satu kampus terpopuler di Indonesia.

Yasmin sempat bekerja di Jakarta beberapa bulan. Namun, dia tidak kerasan. Gadis itu lantas pulang ke Kota Pudak. Ada tawaran kerja di sebuah rumah sakit swasta. Namun, pekerjaan sebagai tenaga administrasi lagi-lagi membuatnya tidak nyaman. Dia keluar dan memilih membuka bisnis awal 2017. ’’Saya nggak suka diatur. Saya ambil keputusan buka usaha sendiri,’’ tutur peserta wirausaha muda Disnaker Gresik tersebut.

Dia mencermati budaya masyarakat zaman Sunan Giri. Gresik terkenal dengan aktivitas ngopi. Dia ingin membuat racikan kopi ala Gresik. Gula aren sebagai salah satu produk alam Gresik dipilih sebagai bahan utama.

Yasmin juga melihat khasiat gula aren yang amat banyak. Dia pun memutuskan berburu aren yang murni dari petani. Ternyata, mencarinya tidak mudah. Banyak petani aren yang meragukan niatnya. Yasmin pun sempat sulit mencari aren murni dari petani.

Dia memiliki kisah lucu saat berburu aren ke Lamongan. Ketika itu dia pergi bersama kakak perempuannya. Mereka datang ke sebuah kampung di Lamongan. Setelah bercakap-cakap dengan penduduk, mereka diantar masuk ke hutan aren. ’’Saat sudah sampai di hutan, kami berdua ditinggal begitu saja,’’ ucapnya. (*/c15/dio)

http://www.jawapos.com/uploads/news/2017/07/09/yasmin-megarini-alumnus-ui-yang-geluti-bisnis-minuman-aren_m_142979.jpeg



Sumber Artikel

Komentar

comments